Pemkab “Lembek” Ambil Alih Mal Pinrang


FAJAR.CO.ID, PINRANG — Proses ambil alih aset Pemkab dalam hal ini Mal Pinrang berjalan sungguh lambat. Semestinya, tindakan agresif bisa jadi pilihan bagi pemerintah.

Jika merujuk perjanjian sewa menyewa atas mal yang merupakan aset pemerintah, durasi sewanya telah habis sejak tahun 2016 silam.

Penyewa yang tak kunjung terusir dari bangunan itu, justru kini melayangkan gugatan ke Pemkab. Kontennya terkait pembatalan sewa menyewa itu. Yang berarti, masih butuh proses panjang. 17 Desember mendatang, baru akan masuk agenda sidang gugatan kedua.

“Menunggu waktu saja untuk kami eksekusi atau ambil alih aset,” terang Sekda Pinrang, Andi Budaya, kamis 3 Desember.

Kenapa tak langsung dieksekusi, kata dia, sebab pihaknya pada dasarnya menempuh jalur persuasif. Mengingat penyewa mal tersebut, juga punya kewajiban sewa senilai Rp3,1 miliar selama lima tahun digunakan.

“Opsi pengusiran atau ambil alih paksa bukannya tidak mungkin. Tetapi itu sudah pasti. Karena tahun 2021, kami mau jadikan itu bangunan sebagai mal pelayanan publik. Kami telah limpahkan kejaksaan sebagai kuasa hukum untuk proses selanjutnya,” jelasnya.

Kini, lanjut Andi Budaya, pihaknya akan mengikuti terlebih dahulu proses hukum yang sedang berjalan. Ia meyakini, Pemkab akan menang. Sebab memang bangunan tersebut adalah aset pemerintah dan penyewa telah melanggar perjanjian kerja sama.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR