Si Kaya Jangan Rakus, Si Miskin Harus Bermartabat

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir . (IST)

FAJAR.CO.ID — Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, membuka secara resmi Rakernas Lazismu secara virtual Jumat (4/12). Dalam kesempatan itu dia berpesan supaya lembaga amil zakat (LAZ) seperti Lazismu bisa mempertemukan antara si kaya dengan si miskin. Selain itu bisa mengatasi persoalan ketidakadilan sosial ekonomi.

Haedar mengatakan, Lazismu sebagai bagian dari Muhammadiyah harus bisa membawa gerakan baru. Yaitu mempertemukan dua potensi besar. Yaitu potensi dari kelompok masyarakat kaya dengan masyarakat miskin atau dhuafa.

“Yang miskin bisa didorong supaya mandiri,” katanya. Kemudian memiliki semangat hidup bermartabat dan lebih memiliki makna dalam hidupnya.

Kemudian kepada si kaya untuk diingatkan jangan rakus. “Tidak merusak alam dan tidak mementingkan diri sendiri,” katanya. Kelompok masyarakat kaya itu didorong supaya mau berbagi lewat gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Haedar juga berpesan jangan sampai si kaya itu membayar ZIS seperti membuang barang ke tempat tidak berguna. Tetapi disadarkan supaya membayar ZIS dengan penuh kesyukuran. “Bahwa dia hanya dilewati rezeki oleh Allah,” jelasnya.

Haedar juga mengingatkan dana zakat memiliki potensi besar. Diantaranya adalah memutus rantai kesenjangan atau ketidakadilan. Baginya kondisi kesenjangan itu rawan memicu konflik sosial, ekonomi, dan politik. Dia juga berharap negara dengan segala kewenangannya ikut terlibat.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Hilman Latief, mengatakan, ke depan, mereka ingin amil Lazismu lebih bergairah. “Skill full, memiliki visi, dan kemampuan manajerial yang baik,” katanya. Ketika semua itu tercapai, baru bicara soal keberhasilan lembaga.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR