Balai Besar Optimis Pembangunan Bendungan Jenelata Tetap Berjalan

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel, Junaedi.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Meski keluar dari Proyek Strategis Nasional (PSN), Balai Besar Wilayah Pompengan Sungai Jeneberang (BBWS-PJ) optimis pembangunan Bendungan Jenelata tetap dilanjutkan.

Kepala Satuan Kerja (Satker) BBWS-PJ, Alexander Nandar mengatakan hingga kini proses pengerjaan bendungan masih berjalan.

“Tapi tetap berproses Bendungan Jenelata, hanya yang membedakan kalau PSN pengadaan tanahnya dibayarkan melalui Lembaga Management Aset Negara (LMAN), kalau non PSN pembayaran tanahnya kita bayarkan langsung dari Kementerian,” jelasnya.

Kendati tetap berjalan, Alexander Nandar mengaku cukup menyayangkan kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Pusat melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

“Bendungan Jenelata sangat disayangkan, kemarinkan sudah keluar Perpres baru terkait percepatan proyek Strategis Nasional dan sangat disayangkan Bendungan Jenelata tidak masuk dalam situ,” katanya.

Mungkin, kata dia, Pemerintah Pusat memiliki skenario lain, sehingga Bendungan Jenelata dikeluarkan dari Proyek Strategis Nasional.

“Memangkan BendunganJenelata tidak dibiayai APBN dan rencananya akan dibiayai oleh pinjaman luar negeri,” ungkapnya.

Sementara, Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel, Junaedi membenarkan hal itu.

Menurutnya Bendungan Jenelata dikeluarkan dari PSN lantaran tidak dibiayai oleh APBN melainkan pinjaman luar negeri.

“Saya kira persoalan pengelolaan untuk sumber daya air untuk sektor pertanian ini kan jadi prioritas Pusat, Provinsi dan Kabupaten Kota cuman secara teknis Pemerintah Pusat punya pertimbangan tertentu sehingga tidak memasukkan Jenelata sebagai PSN, tapi kita akan terus koordinas,” ungkap Edi sapaan karibnya, saat dihubungi baru-baru ini.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR