Begini Cara Belajar Anak Berkebutuhan Khusus Selama Pandemi di Makassar

Sabtu, 5 Desember 2020 17:17

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Andi Lathifah namanya. Guru berstatus honorer di SLB Negeri 1 Makassar ini tidak putus asa mengajar, meski di masa pandemi Covid-19.

Di masa itu pula, kesulitan dalam mengajarkan ilmu mata pelajaran tentu ada. Mungkin lebih sulit jika dibandingkan mengajar anak normal secara daring.

Kata Lathifah, menjadi guru bagi anak berkebutuhan khusus harus paham dengan kondisi siswanya. Sang guru harus lebih banyak mengalah, agar siswanya bisa tetap betah belajar.

“Tiga jam (mengajar daring). Tapi kadang melihat kondisi siswa saya juga. Mereka mood moodtan juga,” katanya, Sabtu (5/12/2020).

Lathifah mengajari siswa-siswanya paling banyak enam orang. Meski sedikit, tentu rasa lelah kadang timbul di benak alumni Universitas Negeri Makassar (UNM) ini.

Selama mengajar daring, Lathifah harus lebih peka memahami kemauan siswanya selama belajar secara daring. Dia harus mengubur dalam-dalam emosinya, agar mental para siswanya tidak turun.

“Kalau teknik mengajar saya mungkin lebih kepada memahami siswaku. Kadang saya kasih juga teknik bermain,” jelasnya.

“Mereka juga punya rasa cemburu dan selalu masih di perhatikan khususnya sama guru. Apalagi yang mereka senangi,” sambung wanita berkaca mata ini.

Di balik itu semua, rupanya ada motivasi tersendiri dari Lathifah hingga ingin jadi guru anak-anak berkebutuhan khusus daripada berkarir di dunia geografi, sebagaimana ilmu yang ia dapat di bangku kuliah dulu.

Komentar