Data Kekayaan Cakada di KPK, Cawagub Kalsel Terkaya Rp674 M hingga Cawabup Sijunjung Defisit Rp3,5 M

Sabtu, 5 Desember 2020 16:34

ILUSTRASI: Pilkada (Dok. JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sejumlah calon kepala daerah (cakada) tergolong ‘miskin’. Namun, anehnya tetap percaya diri (PeDe) nyalon kada. Padahal untuk ikut kontestasi Pilkada diperlukan biaya miliaran rupiah.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan sejumlah cakada yang kaya raya dan juga ‘miskin’ karena banyak utang. Ada 10 cakada terkaya dan 10 cakada ‘termiskin’ berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang meraka laporkan saat mengikuti Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020.

“Kita kumpulkan 10 terkaya, tidak ada maksud apa-apa, hanya ingin menunjukkan dia lapor yaitu dengan kekayaan Rp674 miliar, tapi yang agak heran adalah yang termiskin dengan harta minus Rp3,5 miliar,” kata Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan dalam konferensi pers di gedung KPK Jakarta, Jumat (4/12).

Untuk yang terkaya adalah Calon Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin. Jumlah kekayaannya berdasarkan LHKPN mencapai Rp674.227.888.866. dengan nilai aset terbesar berupa 19 harta tidak bergerak dengan total nilai sebesar Rp293.600.695.000.

Sedangkan calon kepala daerah dengan nilai pelaporan harta terkecil calon Wakil Bupati kabupaten Sijunjung Indra Gunalan yang melaporkan total nilai harta defisit sebesar Rp3.550.090.050. Defisit tersebut disebabkan adanya kepemilikan utang sebesar Rp7,9 miliar.

“Kalau dia ke pilih kita klarifikasi kok bisa harta defisit maju (pilkada), ada juga calon bupati Nabire hartanya Rp15 juta, kampanye-nya bagaimana ya? Entah dia melaporkan benar atau tidak benar,” ungkapnya.

Komentar