Tak Pernah Minta Pelayanan Khusus, Cerita Tukang Ojek Rampi Soal IDP

Sabtu, 5 Desember 2020 00:02

FAJAR.CO.ID, MASAMBA — Seperti tukang ojek pada umumnya tentu berharap selalu ada penumpang, atau orang yang membutuhkan jasa mereka untuk mengangkut barang misalnya. Sejak 2008 menjalani profesi sebagai tukang ojek, dalam benak Armin tak pernah terlintas jika suatu saat yang duduk dijok belakang motornya adalah seorang bupati.

Perasaanya campur aduk, kelihaianya mengendarai sepeda motor juga tak seperti biasanya, nerves, juga sedikit kaku, begitulah yang Armin rasakan saat pertama kali Indah Putri Indriani (IDP) duduk dijok blakang motornya. Bahkan untuk menarik gas saja tanganya terasa berat dan penuh keraguan, dirinya takut orang nomor satu di Luwu Utara itu merasa tak nyaman.

“Pertama kali saya bonceng ibu Indah itu saat dia melakukan kunjungan kerja kesini. Saya lupa bulan berapa tapi masih tahun iniji,” kisah Armin, Jumat (4/12/2020)

Selama dalam perjalan, Armin sangat hati hati memacu kuda besinya, melintasi jalan yang tak mulus, bahkan berkubang. Meskipun selama dalam peranan tak ada kata protes dari Indah. “Bahkan ibu sesekali bercanda, mungkin dia tahu kalau saya grogi,” tutur Armin sembari tertawa.

Armin juga mengungkapkan, Indah tak pernah meminta pelayanan spesial atau pelanan khusus selayaknya pejabat. “Sama saja dengan penumpang biasa, meskipun dia pejabat dia tidak minta kita harus begini, harus begitu. Kan dia bisa saja dilayani berbeda atau istilahnya orang pejabat itu VIP,” jelasnya.

Komentar