ARA: Kader Demokrat Harus Menganut Paham Ideologis, Militan, Cerdas, dan Melek Politik

Minggu, 6 Desember 2020 16:30

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Partai Demokrat Kota Makassar menggelar pendidikan politik bagi ratusan kadernya di 15 PAC se Kota Makassar di Hotel Grand Asia, Minggu (6/12/2020).

Diklat politik bagi kader partai besutan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini dibuka Ketua DPC Partai Demokrat, Adi Rasyid Ali (ARA).

Dalam pemaparannya, sudah seharusnya seluruh kader Demokrat menganut paham ideologis, militan, cerdas dan melek politik.

“Ini penting sekali untuk bagaimana mengkader agar menjadi kader yang ideologis, kader militan apalagi banyak sekali tahapan yang akan kita lewati. Mulai dari Pilkada Makassar sampai dengan Gubernur, Pilpres dan Pileg. Lebih kepada menjadi kader-kader yang kapabel, survival, punya kemampuan kecakapan dalam melakukan penggalangan,” tutur ARA.

Partai Demokrat optimis perhelatan Pilkada tahun kembali dimenangkan. Artinya, Demokrat yakin ciptakan hattrick kemenangan.

“Banyak sekali pekerjaan rumah yang harus kita hadapi dalam waktu dekat, apalagi pekan ini. Kita tetap dari awal dari kemarin sudah menyampaikan Demokrat melihat pemetaan titik-titik di mana calon-calon kita yang lemah atau kurang itu kita sudah lakukan push, penetrasi, pergerakan sampai tingkat RT/RW,” jelas ARA.

ARA yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Makassar mengatakan, bahwa pendidikan politik ini akan terus diberikan kepada kader dan masyarakat. Ia berharap apa yang dilakukan Partai Demokrat bisa berdampak positif.

“Pelatihan pendidikan politik ini memang program rutin setiap tahun kita adakan, secara formal dan non formal pun sering kita laksanakan. Demokrat kita tahu selama ini punya jargon Demokrat tahu cara menang, kita perlihatkan kemarin mulai Danny-Ical, Danny-Indira, dan kolom kosong. Dan hal-hal seperti inilah yang kita tanamkan kepada kader, bagaimana menjadi kader militan,” papar ARA.

Pelatihan kali ini bertema ‘Peran startegi kader Demokrat dalam membangun kepercayaan menuju kemenangan Pilkada Kota Makassar’. Sejumlah narasumber hadir sebagai pembicara yakni pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah, Luhur Priyanto, Ketua DPC Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali, dan Zulkarnain Paturuni, Pengurus DPD Demokrat Sulsel.

Luhur menilai, Demokrat adalah partai ideologis dan memiliki karakter berbeda dengan partai lain, utamanya pada Pilwali Makassar 2020.

“Demokrat selalu tampil menjadi pemenang. Saya menemukan hal berbeda dengan partai lain. Sehingga menurut saya ini harus dipertahankan oleh partai Demokrat untuk merebut kembali kemenangan,” ujar Luhur.

Menurut Luhur, potret kondisi Demokrasi di Indonesia saat ini mengalami penurunan yang cukup siginifikan, ada perbedaan ketika partai Demokrat yang menjadi penguasa saat itu.

“Demokrasi Indonesia mengalami penurunan dan ada sedikit diskresi. Indikatornya adalah pembajakan lembaga demokrasi,” cetus Luhur. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
1
10
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar