Juliari P Batubara Tersangka Suap Bansos Covid-19, Ruhut Sitompul: Kita Harus Menghormati Hukum

Minggu, 6 Desember 2020 17:52

Ruhut Sitompul saat menjadi tamu program Ngompol (Ngomongin Politik) di kantor redaksi JPNN.COM, Jakarta Selatan. Foto: Ricardo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Mensos, Juliari P Batubara sebagai tersangka kasus dugaan rasuah bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19.

Wakil bendahara umum DPP PDI Perjuangan itu diduga menerima dana dari rekanan Kementerian Sosial (Kemensos) yang menjadi vendor program bansos.

Juliari bersama Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai tersangka penerima suap. Adapun tersangka pemberi suapnya ialah Ardian I M (AIM) dan Harry Sidabuke (HS) dari pihak swasta.

Merespons Operasi Tangkapan Tangan (OTT) KPK tersebut, Ruhut Sitompul menyatakan proses hukum harus dihormati. “Ya, kita harus menghormati hukum, dan apa yang dilakukan KPK, kita ikuti saja semua proses hukummya,” kata Ruhut saat dihubungi jpnn.com, Minggu (6/12).

OTT KPK terhadap menteri di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini beruntun, setelah sebelumnya Menteri KKP Edhy Prabowo juga disikat lembaga antirasuah itu.

“Kita harus menghargai tugas KPK di bawah kepempimpinan Pak Firli,” lanjut Ruhut.

Dia pun memastikan bahwa partainya tidak akan mengintervensi proses hukum di KPK.

“Enggak enggak, kami selalu bertekad, Ibu Mega (Ketum PDIP-red) jadikan hukum itu pangilma. Jadi kita (PDIP-red) tidak akan intervensi,” pungkas mantan anggota Komisi III DPR itu. (jpnn/fajar)

Komentar