KKDG Sosialisasikan Cegah Politik Uang untuk Pilkada Berkualitas

Minggu, 6 Desember 2020 11:49

FOTO: MUCHLIS MAJID/FAJAR

FAJAR.CO.ID, GOWA — Komite Komunitas Demokrasi Gowa (KKDG) turut aktif menyosialisasikan Pilkada bersih di Kabupaten Gowa.

KKDG menggelar dialog publik bertema “Cegah Politik Uang Untuk Pilkada Berkualitas” dengan menghadirkan pemateri dari Ketua KPU Gowa, Muhtar Muis, Kordiv Pengawasan Bawaslu Gowa, Juanto, dan salah satu akademisi, Umar, di di Cafe Arthur Gowa, Jalan Tumanurung, Sabtu (5/12/2020).

Dialog tersebut mengikut sertakan seluruh pengurus KKDG. Kemudian para pengurus partai politik, organisasi masyarakat, dan organisasi kepemudaan se-Kabupaten Gowa.

Ketua panitia dialog publik, Idris Rate, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menghadapi berbagai event politik. Sehingga suara atau hak pilih masyarakat tidak tergadaikan dengan godaan para pelaku money politik.

Kordinator Devisi (Kordiv) Pengawasan Bawaslu Gowa, Juato mengatakan politik uang tidak main-main. Sanksinya berat. Bisa dipidana.

“Tidak main-main yang dijerat bukan hanya yang memberi. Tetapi juga yang menerima,” katanya.

Sehingga itu kata dia, politik uang ini harus menjadi musuh bersama. Dan semua bisa mengawasi. Bukan hanya bawaslu.

“Sekarang jika mendapatkan pelanggaran tak mesti harus melapor secara resmi. Kiriman rekaman gambar atau video yang dilakukan masyarakat sudah bisa menjadi alat bukti awal untuk bawaslu bisa menindaklanjuti,” katanya.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Avol itu mengatakan kesadaran demokrasi memang masih perlu terus disosialisasikan. Langkah sederhana kata dia adalah dimulai dari keluarga.

Ketua KPU Gowa, Muhtar Muis, juga mengatakan praktik politik uang di negeri ini memang masih menjadi kasus yang masih banyak ditemukan. Sehingga sosialisasi dan pengawasan menjadi suatu yang harus terus ditingkatkan.

Tak terkecuali di lini penyelenggara. Mulai dari tingkat bawah hingga tingkat atas. “Meski demikian, ruang kecurangan itu diakui sudah sangat sulit dilakukan. Apalagi di KPU,” tegasnya.

Terkhusus seluruh masyarakat Kabupaten Gowa, Muhtar berharap semua hadir di 9 Desember 2020 untuk menentukan pilihan di TPS. “Semua diharapkan ke TPS tanpa paksaan dan tanpa transaksi politik uang,” harapnya. (mum)

SPONSORSHIP

Komentar


VIDEO TERKINI