Tim ADAMA Resmi Polisikan Perekam Suara Danny

Minggu, 6 Desember 2020 11:36

Tim ADAMA saat melaporkan perekam suara Danny. FOTO: ISTIMEWA

“Perbuatan pelaku perekaman tanpa izin dan penyebarnya telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik ITE yang diatur dalam UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE,” tutur Ilham.

Sementara menurut kuasa hukum Danny lainnya, Taslim Suarman, terkait laporan pengacara Yusuf Gunco pada polisi, yang berusaha menyudutkan Danny, sebagai laporan yang mengada-ada, karena setiap orang berhak berbicara, berpikir, dan berpendapat di rumahnya sendiri. Hal ini dilindungi UU RI Nomor 9 Tahun 1998, UUD 1945, dan Deklarasi Universal HAM.

“Apa yang disampaikan Danny dalam obrolan di rumahnya dalam konteks percakapan pribadi terkait kondisi politik nasional, laporan Yusuf itu sumir dan mengada-ada,” ucap Taslim.

Sementara itu, Juru Bicara Danny-Fatma, Aloq Natsar Desi, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan rekaman yang sengaja disebarluaskan itu. “Kami mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dengan adu domba ini oleh oknum tertentu yang ingin melahirkan perpecahan dalam pesta demokrasi ini,” tegas Aloq.

Sebelumnya diberitakan, diduga kuat perekam suara itu adalah penyusup yang sengaja diutus khusus oleh kubu tertentu yang menjadi lawan politik Danny Pomanto.

Padahal, saat penyusup itu merekam secara diam-diam, Danny Pomanto hanya menyampaikan pernyataan dari salah satu elite nasional yang kini menjadi perbincangan publik.

Bagikan berita ini:
5
9
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar