Ancaman Hukuman Mati? Begini Pandangan Tokoh Agama dari Sisi Islam

Senin, 7 Desember 2020 14:44

Menteri Sosial Juliari P Batubara usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

“Bisa saja seseorang yang nanti diproses di pengadilan sesuai UU memperoleh hukuman mati kalau memang punya bukti yang cukup dan kalau pengadilan menetapkan terdakwa,” jelasnya.

Namun dalam sejarah Islam, kata dia, penetapan hukum mati telah modifikasi pada masa Khalifah Umar Bin Khattab. Di mana pada masa itu Khalifah Umar mengubah hukuman mati menjadi hukuman penjara.

“Misalnya kalau ada yang membunuh maka harus dibunuh juga, tapi ketika Umar memimpin maka yang membunuh tidak harus dibunuh tapi dipenjara,” ungkapnya.

Memang, lanjut Ishaq Shamad, dalam penerapan hukum Islam dikenal istilah qisas (pembalasan). Salah satunya kebijakan yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi yang bilamana terdapat seseorang mencuri maka harus potong tangan dan itu bergantung seberapa besar hasil curiannya.

“Di Indonesia potong tangan tidak terapkan tapi ada hukuman misalnya hukuman seumur hidup,” pungkas Ishaq Shamad. (Anti/fajar)

Komentar