Fitnah JK, Tokoh Muda Bone Desak Danny Pomanto Minta Maaf Secara Terbuka

Senin, 7 Desember 2020 18:51

M Iksan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tokoh Pemuda Bone, Muh Iksan mendesak calon Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto untuk meminta maaf secara terbuka atas tuduhan tanpa bukti terhadap Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Menurut Dewan Senior Kerukunan Keluarga dan Mahasiswa Amali Bone itu, rekaman percapakan Danny yang viral di media sosial itu telah menciptakan kegaduhan dengan merendahkan tokoh bangsa yang sangat dihormati masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya orang Bone.

“Saya sebagai tokoh muda Bone meminta ke Danny Pomanto untuk meminta maaf secara terbuka. Karena kami masyarakat, khususnya orang Bone menganggap Pak JK adalah orang tua kami,” tegasnya, Senin (7/12/2020).

Iksan sangat menyayangkan pernyataan mantan Walikota Makassar itu yang menyerang JK seolah-olah penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo atas kontrolnya.

Bahkan ia mengaku heran, Jusuf Kalla yang telah memberikan kontribusi besar kepada Sulawesi Selatan bisa difitnah sekeji itu.

“Terlepas dari proses hukum yang sedang berjalan, saya pemuda Bone masih ingin melihat ada itikad baik dari Danny Pomanto meminta maaf secara terbuka,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Sebuah video berdurasi 1 menit 58 detik viral di media sosial pada Sabtu (5/12/2020) pagi.

Video yang berisi rekaman suara mantan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Danny Pomanto itu, diduga direkam diam-diam oleh seseorang pada Minggu, 27 November 2020 sekitar pukul 9.30 Wita.

Danny mengungkap, ada permainan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam penangkapan Edhy Prabowo. Dia mengaitkan posisi Novel Baswedan di KPK dengan kedekatan JK dan Anies Baswedan.

Dalam rekaman itu, orang tersebut juga mengatakan, ada upaya JK mengadu domba Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto. Lagi-lagi, analisa ini berdasarkan penangkapan Edhy Prabowo oleh KPK.

Danny juga menyebut JK dan Anies Baswedan adalah pihak yang paling diuntungkan dalam kasus suap benih lobster tersebut. Diuntungkan secara politik maupun pengalihan isu negatif.

“Jadi yang paling untung ini JK. Begitu memang si caplin. Jago memang mainnya. Tapi kalau kita hafal, apa yang dia mau main ini,” kata Danny dalam rekaman suara tersebut.

Danny Pomanto tidak menampik bahwa suara itu adalah dirinya. “Jadi sebenarnya itu adalah percakapan biasa, analisis politik dan hak setiap orang kan begitu. Sebenarnya saya korban ini. Kenapa ada yang rekam dan sebar. Aneh,” ungkap Danny dalam klarifikasinya. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
10
7
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar