Intruksi Kapolri, Polda Sulsel ‘Garap’ Danny Pomanto Usai Pilkada

Senin, 7 Desember 2020 21:34

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Kombes Ibrahim Tompo

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Penundaan proses penyelidikan soal laporan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Danny Pomanto (DP), membuat keluarga JK harus sabar.

Hal itu lantaran polisi tak ingin proses pemeriksan ini dikaitkan dengan isu politik. Apalagi DP adalah salah satu calon Wali Kota Makassar, yang bertarung pada 9 Desember 2020 mendatang.

Termasuk bagi para pendukung DP untuk tidak terbawa emosi, atas laporan yang dilayangkan oleh calon pemimpinnya itu.

“Kita berharap para calon serta pendukung dan masyarakat tetap menjaga situasi Kamtibmas, menjelang Pilkada agar tetap aman, tenteram dan kondusif,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, Senin (7/12/2020).

Penundaan itu sudah berdasarkan oleh Intruksi Kapolri Jenderal Idham Azis melalui surat Telegram (TR) yang tersebar dengan nomor ST/2544/VIII/RES.1.24./2020 tertanggal 31 Agustus 2020.

Namun setelah kontestasi Pilkada selesai, penyidik dari Ditreskrimsus Polda Sulsel kembali bekerja dan memeriksa DP sebagai terlapor.

“Proses hukum tersebut akan dilanjutkan setelah tahapan pilkada selesai atau setelah pengucapan sumpah,” jelas perwita tiga melati ini.

Diketahui, putra sulung JK, Solihin Kalla melalui kuasa hukumnya Yusuf Gunco resmi melaporkan DP ke Polda Sulsel pada Sabtu, (5/12/2020) lalu.

Yusuf Gunco mengatakan, alat bukti yang disertakan saat melapor berupa hasil rekaman, yang diduga kuat merupakan suara DP

Komentar