Kasus Covid-19 yang Masih Melonjak, Kurs Rupiah Ikut Stagnan

ILUSTRASI. (INT)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (7/12) ditutup stagnan. Kurs masih dibayangi sentimen kenaikan kasus Covid-19 secara global dan domestik.

Rupiah ditutup stagnan di posisi Rp14.105 per Dolar AS, sama dengan posisi penutupan pada akhir pekan lalu Rp14.140 per Dolar AS.

“Sentimen pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal dari Amerika Serikat terkait stimulus fiskal yang seharusnya bisa menjadi sentimen positif bagi rupiah,” kata pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Rully Nova di Jakarta, Senin (7/12).

Menurut data pekerjaan AS akhir pekan kemarin, penggajian (payroll) non-pertanian meningkat 245 ribu bulan lalu.

Data tersebut menunjukkan kenaikan terkecil sejak Mei 2020 sebagai tanda pemulihan pekerjaan kehilangan momentum di tengah gelombang ketiga infeksi Covid-19.

Namun, para pedagang menganggap data itu memberi tekanan pada Washington untuk mengeluarkan stimulus putaran baru guna membantu ekonomi yang dilanda Covid-19.

Stimulus itu juga diharapkan dapat menjaga selera risiko secara keseluruhan tetap utuh dan membatasi kenaikan Dolar AS terhadap mata uang berisiko.

“Prospek perekonomian global yang masih suram memberikan tekanan bagi rupiah,” ujar Rully.

Menurut Rully, suramnya prospek perekonomian global tersebut dipicu jumlah kasus positif Covid-19 secara global yang masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR