Kutuk Kampanye Hitam Sudutkan Appi-Rahman, Jubir: Ini Praktek Paling Nista dalam Berdemokrasi

Senin, 7 Desember 2020 14:34

Brosur kampanye hitam yang tersebar.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Selebaran kampanye hitam sejak semalam ‘gentayangan’ di setiap sudut strategis di Kota Makassar. Tahapan Pilkada Kota Makassar 2020 telah memasuki masa tenang. Namun tensi politik justru semakin tegang.

Brosur kampanye hitam yang tersebar itu bertajuk ‘Awas Makassar Bangkrut’. Kemudian “Bosowa saja digugat oleh Qatar National Bank sebesar Rp 7 triliun !! Sekarang mau urus Makassar?? Mau jadi Walikota?? Paccena’! Jangan biarkan Makassar’ta bangkrut!!! Asosiasi Pengusaha Pailit Indonesia AP-PI Rakus”.

Lihat Video : CCTV Warga Merekam Pengendara Sepeda Motor Menyebarkan Selebaran Kampanye Hitam 

Di samping itu, brosur tersebut juga menyematkan sejumlah artikel berita terkait Munafri Arifuddin, Calon Walikota Makassar 2020.

Terkait brosur bernada tendensius itu, Juru Bicara Appi-Rahman, Fadli Noor menduga selebaran gelap yang mulai gentayangan sejak semalam di sejumlah titik di Makassar, misalnya di Jalan Landak, Faisal, Manggala, Cakalang, hingga sepanjang Jalan Bandang itu dilakukan oleh paslon yang merupakan pesaing ketat Appi-Rahman.

“Ini adalah hal nista melakukan kampanye hitam dan pembunuhan karakter. Dengan tujuan menggerus elektoral Appi-Rahman dimana dalam sejumlah survei terakhir Appi-Rahman unggul,” tegas Fadli Noor saat jumpa pers di sebuah cafe di Jalan Dr. Sutomo, Makassar, Senin (7/12/2020).

Selain itu, Fadli juga sangat menyayangkan masih saja ada cara primitif yang dilakukan pendukung paslon di masa injury time ini. Bukannya menggunakan kampanye modern yang mengedepankan kreatifitas kampanye unik dan masif.

Bagikan:

Komentar