Penanganan Gejolak FPI, Petinggi Demokrat: Semua itu Tergantung Presidennya

Senin, 7 Desember 2020 21:50

Andi Arief

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Politikus Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan, kejadian Front Pembela Islam (FPI) dan jajaran kepolisian dari Polda Metro Jaya hingga menewaskan 6 anggota FPI, tergantung presidennya sebagai pimpinan tertinggi.

Andi Arief kemudian membandingkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam menangani gejolak di tengah masyarakat.

Andi Arief mengatakan, dia beruntung pernah menyaksikan bagaimana sikap SBY menangani masalah sesama anak bangsa.

“Semua itu tergantung Presidennya. Saya beruntung pernah menyaksikan bagaimana Pak SBY menangani masalah sesama anak bangsa,” ujar Andi Arief di akun twitternya, Senin (7/12).

Ketua Bappilu DPP Demokrat itu mengatakan, SBY selalu memerintahkan agar tidak ada yang kehilangan nyawa dalam menangani masalah.

“Perintahnya selalu jangan ada darah yang tumpah apalagi nyawa. Semua ikut, dari Kapolri, panglima TNI sampai jajaran terbawah. Demokrasi hidup,” ujar Andi Arief.

Sebelumnya, Juru bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman mengatakan, apa yang disampaikan oleh pihak Polda Metro Jaya terkait adanya aksi tembak-menembak antara polisi dan FPI merupakan fitnah yang dibuat-buat.

Munarman mengatakan, laskar FPI tidak pernah dibekali dengan senjata api.

“Bahwa fitnah besar kalau laskar kita disebut membawa senjata api dan tembak menembak, laskar kami tidak pernah dibekali dengan senjata api. Kami terbiasa tangan kosong. Kami bukan pengecut,” ujar Munarman dalam konferensi Pers di Markas FPI Petamburan Jakarta Barat, Senin (7/12).

Komentar