Refly : Jokowi Harusnya Serius Berantas Korupsi, Bukan Malah Sibuk Ngurus Habib Rizieq

Senin, 7 Desember 2020 10:42

Presiden Jokowi. (int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespon penangkapan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara terkait kasus korupsi dana bantuan sosial Covid-19. Jokowi mengatakan, telah mengingatkan berulang kali kepada pembantunya agar tidak korupsi.

Jokowi mengatakan, dirinya menghormati proses hukum yang tengah berjalan. Dia pastikan tidak melindungi siapapun terkait korupsi.

Menanggapi itu, pakar hukum tata negara, Refly Harun menilai, pernyataan Presiden Jokowi tersebut bukan sesuatu yang luar biasa. Pernyataan itu normatif. Seharusnya, Jokowi mengatakan akan langsung pimpin dan tindak tegas lara pelaku korupsi.

“Pernyataan itu adalah pernyataan normatif, bahwa saya sudah ingatkan, saya sudah begini, begitu. Harusnya dia (Jokowi) mengatakan, saat ini saya akan pimpin langsung pemberantasan korupsi. Saya tahu, ada pembagian tugas di antara institusi negara, ada kepolisian, ada kejaksaan, ada KPK, tapi saya pastikan akan pimpin sendiri pemberantasan korupsi,” ucap Refly Harun dikuti chanel YouTubenya, Senin (7/12).

Menurut Refly, Harusnya Jokowi melakukan pemberantasan mulai dari hulu hingga hilir.Di hulunya adalah pencegahan, dan Jokowi akan pimpin birokrasi untuk semua pencegahan, Jokowi lakukan gerakan anti korupsi secara menyeluruh.

Sementara di sektor hilir, Jokowi persilahkan penegakan hukum untuk memprosesnya secara profesional, netral dan terus mendorong bahkan menyediakan fasilitas sebaiknya agar korupsi enyah dari republik ini.

“Harusnya begitu, sehingga ada keyakinan di masyarakat bahwa presiden Jokowi tidak tegas dalam mengatakan akan memerangi korupsi,” papar Refly Harun.

Bagikan berita ini:
2
3
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar