Survei Dinasti Politik, Indo Barometer: Diterima Masyarakat, Tapi Belum Tentu Dipilih

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari mengatakan, ada perbedaan dinamika diantara 3 kota tersebut, melihat dari elektabilitas dari para calon kepada daerah itu. (dok JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Lembaga survei Indo Barometer mengeluarkan rilis survei di tiga kota yakni Surakarta, Medan, dan Tangerang Selatan secara terpisah. Periode survei ketiga kota itu berbeda-beda. Tujuannya untuk memotret peta politik dinasti politik pilkada 2020.

Untuk Surakarta, survei digelar pada 20-25 November 2020, Kota Medan 20-24 November 2020, dan kota Tangerang Selatan pada 20-25 November 2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden dengan menggunakan kuesioner.

Jumlah responden tiap kota 400 responden dengan margin of error +/- 4,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling.

Sebagaimana diketahui, Pilkada Kota Surakarta diikuti Gibran Rakabuming Raka selaku anak Presiden Joko Widodo. Di Kota Medan terdapat Bobby Afif Nasution yang merupakan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sementara di Tangerang Selatan, ada “paket komplit” yang meramaikan pertarungan pilkada, ada Siti Nur Azizah anak Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Rahayu Saraswati keponakan Prabowo Subianto, dan Pilar Saga Ikhsan anak Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang juga masih termasuk keponakan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

Meskipun dinasti politik menuai pro dan kontra, namun dalam survei disebutkan mayoritas masyarakat menerima politik dinasti sebagai sebuah kewajaran dengan alasan tertinggi merupakan hak setiap warga negara.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR