Cak Nun: Ini Momentum Menguji Apakah Bangsa Kita Punya Tokoh dengan Jiwa Kepemimpinan

Selasa, 8 Desember 2020 17:19

Emha Ainun Nadjib. (int)

FAJAR.CO.ID — Budayawan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun merespons kematian 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) yang ditembak kepolisian Polda Metro Jaya pada Senin dini hari di Tol Cikampek.

Cak Nun menyarankan agar Presiden Joko Widodo dan Habib Rizieq Shihab melakukan dialog 4 mata.

“Sambil menunggu Presiden mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya enam (6) rakyatnya: sekarang saatnya terjadi dialog 4 mata antara Jokowi dengan Habib Riziq. Di-wali-i misalnya oleh Pak Jusuf Kalla dan Gus Mus (KH Mustofa Bisri),” ujar Cak Nun dikutip siaran persnya, Selasa (8/12).

Setelah itu, Cak Nun menyebut, akan ada dialog-dialog susulan antara berbagai kelompok dan stakeholders bangsa. Hasil dialog itu, bukan menunjukkan siapa yang menang dan siapa yang kalah.

“Prinsip yang harus dicapai: 1- Menang bersama, bukan menangan sendiri,. semua insyaAllah menjadi lerem dan tenang oleh pertemuan itu. Tidak boleh ada yang dipermalukan,” kata Cak Nun.

“Menang tanpo ngasorake. Yang menang NKRI, Persatuan Kesatuan, Bangsa dan Rakyat Indonesia. Win-win Game,” sambung Cak Nun.

Cak Nun mengatakan, negara ini punya Pancasila serta negara berdemokrasi.

“Kita punya warisan wisdom luar biasa dari sejarah masa silam. Kita pastikan apapun yang terlanjur terjadi, pada akhirnya yang menang adalah bangsa dan rakyat Indonesia,” ujar dia.

Bagikan berita ini:
10
9
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar