Jelang Pilkada Rawan Politik Uang, Gubernur Sulsel Beberkan Cara Beri Efek Jera ke Paslon

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Belum lama ini, Bawaslu RI mengeluarkan rilis terbaru per November 2020 terkait Indeks Kerawanan Politik (IKP) Pilkada serentak seperti isu kerawanan politik uang.

Tercatat terdapat 28 Kabupaten Kota terindikasi rawan tinggi dan 238 Kabupaten Kota terindikasi rawan sedang.

Dari data tersebut, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Maros dinilai rawan indikasi politik uang dengan masing-masing presentase 83,9 persen untuk Kabupaten Bulukumba dan 82,9 persen Kabupaten Maros.

Mengetahui hal itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah membeberkan tips yang dapat dilakukan masyarakat untuk memberikan efek jera kepada paslon dalam melakukan pelanggaran yang dinilai sulit ditemukan oleh Bawaslu.

Mengingat untuk menemukan saksi dalam pelanggaran politik uang, sangat minim.

“Jadi sebenarnya politik uang itu kalau mau ada efek jera kepada para paslon, yah saya kira masyarakat jangan terima duit lantas masyarakat pilih paslon itu, jangan,” kata Nurdin.

Menurutnya membeli suara rakyat sangat tidak mendidik. Sehingga efek jera terhadap para Paslon sudah cocok untuk diberikan.

“Artinya Paslon akan jera karena mereka berfikir yah percuma juga kita kasih duit tapi dia (rakyat) tidak akan pilih kita,” ungkapnya.

Jika kedapatan, kata dia, maka akan mendapatkan sanksi atau hukuman. “Kalau kelihatan yah pasti kena phunisment, bisa dihukum. Karena kan tidak boleh politik uang,” ungkapnya.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR