Opini ADAMA Strategi Lama, Pengamat: Pasangan ADAMA Sudah Merasakan Gejala Kalah

Selasa, 8 Desember 2020 16:01

Pengamat politik dari Global Riset Indonesia, Al Ghazali

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pengamat politik dari Global Riset Indonesia, Al Ghazali atau yang akrab disapa Bang Gess menilai opini yang terus menerus secara konsisten dimunculkan bahwa hanya kecurangan yang bisa mengalahkan ADAMA’ adalah strategi lama dalam berpilkada.

“Ini sudah terbaca sejak tim ADAMA’ merilis surveinya semua di atas 40%. Ini strategi lama dalam pilkada karena kemungkinan secara riil sejak dini mereka sudah merasakan gejala kalah sehingga opini itu harus mereka raih. Itu yang menjadi targetnya hari ini,” tutur Al Ghazali dalam analisanya, Selasa (8/12/2020).

Analisa Al Ghazali itu mengacu pada hasil survei Celebes Research Center (CRC) yang melambungkan angka presentase elektabilitaas Danny-Fatma sangat melejit menembus angka 45,9 persen, sehingga digaungkan opini: tanpa mendahului kehendak Tuhan, maka hanya kecurangan yang bisa menggagalkan ADAMA’, akronim Danny-Fatma.

“Tunggu saat nanti pemilihan mereka ternyata kalah, maka opini itu mereka semakin masifkan agar terjadi gejolak di kalangan pendukung ADAMA’,” lanjutnya.

Faktor kedua, menurut Al Ghazali,  motivasi opini “ADAMA’ hanya bisa dikalahkan dengan kecurangan” harus tersebar masif, untuk menutupi blunder Danny Pomanto yang merendahkan, menyinggung, atau menuding tanpa bukti terhadap tokoh terkemuka Sulsel, Jusuf Kalla yang menuai sorotan banyak pihak.

Sebutan JK si Chaplin yang enteng dari mulut Danny dinilai tidak hanya mengecewakan masyarakat Sulsel, tetapi juga akan menyakiti perasaan pendukung Danny sendiri di Pilkada Makassar 2020. 

Komentar