Pengakuan HRS Soal Kejadian di Tol Cikampek: Kami Kira Penjahat, Ternyata Polda

Rabu, 9 Desember 2020 20:19

Habib Rizieq Shihab ceramah. (Dok FPI)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab mengaku tak mengetahui mobil yang membuntutinya dalam insiden di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) dini hari adalah milik kepolisian.

Ia mengatakan pihaknya tak menyangka hal tersebut lantaran tidak pernah menuduh siapapun sebagai aktor dalam insiden pembututan itu.

“Ternyata mereka yang semula kami kira penjahat yang ingin mencelakai kami, ternyata adalah bagian dari penyelidik Polda Metro Jaya. Bukan kami yang menuduh, tapi mereka yang mengaku,” kata Rizieq dalam rekaman suara yang diterima Antara di Jakarta, Rabu (9/12).

Ia mengatakan, saat pengejaran itu berlangsung, laskar pengawal hanya berupaya melindungi rombongan Rizieq Shihab dan keluarga dari kejaran sejumlah mobil tersebut.

“Pada saat kejadian, pada saat kejadian, kami tidak pernah suuzan, kami tidak pernah menuduh, bahkan dalam keterangan pers DPP FPI masih dicantumkan orang tak dikenal. Karena kami tidak berani menuduh siapapun tanpa bukti, tidak pernah menuduh siapapun tanpa saksi,” ujar Rizieq.

Dia mengatakan dirinya beserta keluarga dilindungi laskar dalam perjalanan itu karena membawa serta anak kecil dalam mobil.

“Ada tiga masih bayi, masih minum air susu ibu. Dan masih ada saudara yang di bawah tiga tahun, ada yang di bawah empat tahun. Jadi benar, ya, kami sekeluarga, semua,” kata Rizieq.

Rizieq mengatakan para laskar tersebut bertugas untuk mengawal dirinya dan keluarga, bukan ingin mengganggu pihak manapun.

“Mereka (laskar FPI) tidak mencelakai siapapun,” kata Rizieq.

Rizieq baru mengetahui bahwa para pengejar itu dari kepolisian ketika Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran membuat konferensi pers terkait peristiwa di Tol Japek tersebut.

Diketahui, sebanyak enam pengawal Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab tewas ditembak aparat kepolisian dalam insiden bentrokan di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) dini hari.

Polisi mengaku terpaksa melakukan tindakan tepat dan terukur lantaran pengawal Rizieq yang berjumlah 10 orang menyerang mereka dengan senjata api dan senjata tajam.

Polisi juga mengatakan tengah menyelidiki dugaan pengerahan massa Rizieq Shihab saat insiden berlangsung. (riz/fin)

Komentar