Ragam TPS Unik di Gowa, Pakai Baju Adat hingga Seragam Ala Dokter

Rabu, 9 Desember 2020 20:57

Petugas TPS di Gowa memakai pakaian ala dokter

FAJAR.CO.ID, GOWA – Rupanya banyak Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) kreatif di Kabupaten Gowa. Buktinya di hari pencoblosan ini, ditemukan TPS dengan tema yang menarik.

Pantauan jurnalis Fajar.co.id sejak pagi hari tadi, ditemukan TPS yang dibangun dan mengangkat tema yang tak biasa.

Seperti TPS 10 Pandang-pandang. Di sana seluruh petugas KPPS melayani para pemilih yang datang, dengan mengenakan pakaian adat khas Sulawesi Selatan (Sulsel).

Selain itu, juga ada TPS 34 Paccinongan. Seluruh petugas KPPS di sana mengenakan seragam anak SD. Lengkap dengan dasi dan topi di kepala mereka.

Terakhir TPS yang paling menarik yang dihimpun, ada TPS 1 yang berada di Kecamatan Barombong. TPS yang terletak di dekat perbatasan Makassar dan Kabupaten Takalar ini, mengangkat tema medis.

Seluruh petugas di sana memakai seragam putih ala dokter. Pernak-pernik yang menghiasi seluruh bagian bangunan TPS itu sangat kental dengan suasana di rumah sakit untuk terus menjaga kesehatan.

TPS yang mengangkat tema medis itu sengaja dilakukan sebagai daya tarik sendiri dari petugas KPPS di TPS 1. Menurutnya, tema itu belum ada di setiap TPS yang tersebar di Butta Bersejarah ini.

“Saya kira ini bagus. Apalagi ini masa pandemi Covid-19. TPS lain ada memakai pakaian adat. Itu sudah banyak. Makanya kami mau lain dari yang lain,” kata Ketua KPPS, Andi Nuranti, Rabu (9/12/2020).

Tema yang diangkat pun cukup menarik perhatian para pemilih yang datang untuk mencoblos. Diharapkan, cara itu agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan.

Saat warga mulai datang, salah satu petugas yang berjaga di pintu masuk mengarahkan warga itu untuk lebih dulu cek suhu tubuh dan cuci tangan sebelum masuk ke dalam TPS.

Setelah itu, mereka diberikan sarung tangan berbahan plastik sekali pakai. Hal itu dilakukan untuk mencegah Pilkada 2020 ini tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Sama halnya dengan yang ada di TPS 34 tadi. seluruh petugas KPPS dan pemilih yang datang diwajibkan memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak dengan orang lain.

Saat pemilih sudah masuk di TPS itu, mereka wajib cuci tangan. Setelah itu, mereka registrasi dan diberikan sarung tangan berbahan plastik satu kali pakai untuk dipakai saat mencoblos di bilik suara.

Setelah itu, petugas KPPS meneteskan tinta biru ke jari kelingking pemilih. Hal itu tentu berbeda dengan alur pemilihan dengan tahun sebelumnya sebelum pandemi.

Kala itu, pemilih mencelupkan jemarinya ke tinta itu, sebagai pertanda, orang tersebut telah menyampaikan hak suaranya.

“Ini kami lakukan untuk mengingat kembali masa SD. Ini kami angkat tema karena memang semua orang pasti pernah melewati masa-masa SD. Apalagi di Januari 2021 nanti sudah ada kegiatan belajar mengajar,” kata Ketua PPS Paccinongan, Muh Syabir. (Ishak/fajar)

Komentar