6 Laskar FPI Tewas, Pemilik Warung di Tol Jakarta Cikampek Mengaku Tidak Ada Aksi Tembak-Menembak

Kamis, 10 Desember 2020 13:33

Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman (kiri) bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (kanan) saat memberikan keterangan kepada media di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (07/12). Aparat polisi terlibat bentrok dengan para pendukung Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di kawasan Cikampek, pada Senin (7/12) pukul 00.30.WIB. Enam dari 10 pengikut Habib Rizieq Shihab tewas ditembak polisi di Tol Jakarta-Cikampek karena melakukan perlawanan. FOTO : Issak Ramdhani / Fajar Indonesia Network

FAJAR.CO.ID,JAKARTA- Wartawan Forum News Network (FNN) Edi Mulyadi membeberkan pengakuan saksi di tempat kejadian penembakan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) di jalan tol Jakarta Cikampek km 50 pada Senin lalu.

Edi Mulyadi menjelaskan, beberapa saksi mata yang merupakan pemilik warung di lokasi kejadian, mengakui tidak ada aksi saling serang dan tembak-menembak seperti yang diklaim pihal Polisi.

“Di lokasi ini, sebelumnya tadi saya sempat ngobrol dengan beberapa pemilik warung di sekitar sini. Mereka mengatakan peristiwanya kira-kira jam setengah 1 pagi,” kata Edi Mulyadi dikutip chanel YouTube, Kamis (10/12).

Edi menjelaskan, menurut pengakuan warga sekitar, pertama terdengar keributan, ada sebuah mobil dengan kondisi roda yang tidak utuh, dipepet oleh dua mobil polisi.

“Menurut salah seorang pemilik warung, mengatakan bahwa, mobil yang masuk ke sini, kondisi bannya sudah tidak utuh. Bannya sudah tidak ada. Tinggal pelak aja. Kemudian, saksi mata mengatakan, mobil itu dipepet dua mobil polisi. Tidak lama terdengar dua kali tembakan. Saya tanya tukang warung di sini ada dua kali tembakan,” beber Edi Mulyadi.

Komentar