Polda Tersangkakan HRS, MUI: Hukum Harus Mendidik, Bukan Membidik

Kamis, 10 Desember 2020 21:49
Polda Tersangkakan HRS, MUI: Hukum Harus Mendidik, Bukan Membidik

Ilustrasi-- Majelis Ulama Indonesia (MU). (Istimewa)

FAJAR.CO.ID — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, meminta agar penetapan tersangka terhadap Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) harus mencerminkan hukum sebagai instrumen mendidik bukan membidik.

“Hukum benar-benar dijadikan sebagai instrumen yang mendidik bukan sebagai instrumen untuk membidik,” kata Buya Anwar kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Ia mengatakan, penegakan hukum terkait HRS juga harus berlaku bagi setiap pihak yang melakukan dugaan pelanggaran serupa.

Dengan begitu, hukum akan tegak tidak terkesan tebang pilih dan tidak mengusik rasa keadilan.

Karena, menurut Anwar, jika hukum tidak ditegakkan secara adil maka akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena ada kesan hukum tidak memperlakukan sama warga negaranya.

“Oleh karena itu, kita mengharapkan agar semua orang atau pihak yang melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Habib Rizieq tanpa kecuali, juga harus dijadikan sebagai tersangka,” katanya.

Anwar mengimbau masyarakat agar dapat tenang dan jernih menyikapi penetapan HRS sebagai tersangka.

Bagikan berita ini:
10
10
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar