Titi Purwaningsih Bilang Bagaimana Bisa Penjaga Sekolah Disuruh Meningkatkan Kompetensinya

Kamis, 10 Desember 2020 15:10

Ketum Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih-- jpnn

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua umum Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I), Titi Purwaningsih meminta pemerintah memberikan perlakuan khusus seperti yang diberikan kepada penyuluh pertanian, pada seleksi PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian) 2021.

Walaupun formasi PPPK tahap pertama pada rekrutmen Februari 2019 hanya untuk honorer K2, faktanya tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian (THL TBPP) juga bisa ikut tes.

Bahkan, ketika sudah dinyatakan lulus dan kemudian ijazahnya tidak linear, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian memberikan fasilitas uji kompetensi untuk memenuhi persyaratan administrasi pengangkatan PPPK.

“Kalau penyuluh pertanian bisa dikasih perlakuan khusus, kenapa honorer K2 enggak bisa?. Kan sama-sama mengabdi malah honorer K2 yang lebih dulu mengabdi,” kata Titi kepada JPNN com, Kamis (10/12).

Perlakuan khusus yang diminta Titi adalah dengan memberikan formasi PPPK untuk honorer tenaga teknis administrasi.

Sejak 2014, mereka tidak diberikan kesempatan ikut tes. Pemerintah hanya mengakomodir guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh.

Kalau tenaga teknis administrasi tidak ada dalam jabatan fungsional PPPK, pemerintah mestinya mencarikan solusi. Dah, bukan membiarkan 200 ribu tenaga teknis administrasi tanpa ada jalan keluarnya.

Titi Purwaningsih mencontohkan penjaga sekolah. Bagaimana bisa penjaga sekolah disuruh meningkatkan kompetensinya.

“Kalau semua penjaga sekolah disuruh ditingkatkan kompetensi misalnya kuliah lagi atau apalah dan kemudian melamar jadi guru, lah yang urus sekolah siapa,” tanya Titi.

Bagikan berita ini:
3
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar