15 OKP Islam Sebut Jokowi Tak Punya Itikad Selesaikan Kasus Penembakan 6 Anggota FPI

Jumat, 11 Desember 2020 19:07
Belum ada gambar

Presiden Jokowi. Foto: ANTARA/HO/Setpres-Lukas

FAJAR.CO.ID, JAKARTA— 15 organisasi pemuda Islam meminta Presiden Jokowi bertanggungjawab dan membentuk Tim Pencari Fakta Independen menyelidiki tewasnya 6 anggota FPI oleh polisi.

Sebanyak 15 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Islam ini tergabung dalam Konsolidasi Nasional Pemuda, Mahasiswa dan Pelajar Islam.

“Belum ada pernyataan langsung Presiden Jokowi tentang meninggalnya 6 anggota FPI ini,” ungkap Susanto Triyogo dari DPP KAMMI, Jumat (11/12) via telepon kepada Pojoksatu.id.

Dikatakan Susanto, ada memang pernyataan Presiden Jokowi menyinggung HAM dalam rangka Hari HAM 10 Desember, namun hanya berlaku secara umum saja.

“Presiden ini kan panglima tertinggi penegakan hukum dan HAM. Harusnya bisa memberikan pernyataan dan kebijakan,” katanya.

“Tapi hingga hari ini, kami melihat tidak ada itikad presiden untuk menyelesaikan ini,” tegasnya lagi.

Dikatakan, saat ini, masyarakat menerima dua informasi yang saling bertentangan terkait meninggalnya 6 anggota FPI ini oleh polisi.

Jika informasi ini terus dibiarkan, dikawatirkan bisa menyebabkan meluasnya gejolak social di tengah masyarakat.

Adapun 15 OKP tersebut adalah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA), Pelajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO), Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI).

Bergabung pula, Himpunan Mahasiswa Persis (HIMA Persis), Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Pemuda Muslim Indonesia, Pemuda Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (Pemuda DDII), Pemuda Persatuan Umat Islam (Pemuda PUI), Pemuda Hidayatullah, Barisan Muda Al Ittihadiyah, Pemuda Al Irsyad dan Pemuda Persis.

Bagikan berita ini:
10
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar