Enam Laskar FPI Ditembak Mati, Prof Laode Husein: Polri Harus Tanggung Jawab

Jumat, 11 Desember 2020 18:36

Pemakaman jenazah anggota FPI.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Peristiwa penembakan enam orang Laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh aparat kepolisian belum lama ini, menjadi perhatian publik.

Keterangan polisi, penembakan itu dilakukan karena terdesak akibat serangan dari Laskar FPI ke polisi. Nyawa polisi dianggap terancam hingga dilakukan tindakan tegas.

Kendati demikian, institusi Polri diminta bertanggungjawab akibat tewasnya enam Laskar FPI secara sadis, dengan cara ditembak mati di sekitaran Jalan Tol Jakarta – Cikampek KM 50, Karawang, Senin lalu.

“Atas peristiwa tersebut, Polri harus bertanggungjawab sepenuhnya dengan segala risikonya,” kata Pengamat Hukum, Prof Laode Husein, Jumat (11/12/2020).

Akademisi dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini bilang, kejadian itu berbeda dan tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) kepolisian.

“Seharusnya sudah ada deteksi dini akan terjadi suatu kejadian lalu diambil langkah preventif, kemudian tindakan represif terukur,” tegasnya kepada Fajar.co.id.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran mengatakan terjadi aksi saling tembak antara polisi dan Laskar FPI.

Komentar