FPI vs Polisi Beda Versi, Aa Gym: yang Dirindukan Masyarakat Saat Ini Adalah Keadilan

Jumat, 11 Desember 2020 13:32

Kh Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kasus tertembaknya enam laskar Front Pembela Islam (FPI), saat tragedi berdarah KM 50 di Tol Jakarta-Cikampek pada Senin, 7 Desember 2020, masih jadi isu hangat di masyarakat.

Apalagi baik kepolisian maupun FPI memberikan narasi-narasi berbeda sehingga masyarakat pun terbelah. Ada yang membela polisi, sebagian lagi ke FPI. Kondisi ini membuat KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym waswas.

Dia khawatir sesama anak bangsa jadi terpecah belah karena belum terungkap kasus ini secara terang benderang.

“Musibah enam anak bangsa yang meninggal disertai dengan kesimpangsiuran infornasi. Penjelasan yang berbeda baik dari kepolisian maupun FPI, sangat membingungkan masyarakat, juga mencemaskan,” kata Aa Gym dalam kanal Hersubeno Point di YouTube.

Menurutnya, perbedaan ini harus disikapi dengan kepala dingin. Karena itu, Aa Gym meminta umat untuk menahan diri dari tindakan kekerasan.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini juga mengimbau kepada siapa pun dengan cara apa pun untuk tetap bersabar. Jangan terpancing provokasi untuk melakukan kekerasan karena pasti menimbulkan masalah baru.

“Tolong jangan menyebarkan infornasi penjelasan yang salah karena itu kedustaan yang akan sangat menyesatkan masyarakat,” terangnya.

Aa Gym berharap ada lembaga independen yang dipercaya oleh seluruh masyarakat untuk mengungkapkan semua ini dengan sejelas-jelasnya, setransparan mungkin.

Komentar