Gelombang Baru Covid-19, Korsel Terjunkan Pasukan Militer

Jumat, 11 Desember 2020 15:18

Ilustrasi militer Korea Selatan. (Jung Yeon-je/AFP/Getty Images)

FAJAR.CO.ID — Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menerjunkan pasukan militer untuk membantu petugas kesehatan menangani lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota Seoul.

Kebijakan tersebut ditempuh akibat angka korban jiwa serta jumlah pasien terpapar Covid-19 yang dalam perawatan kritis semakin meningkat.

Perdana Menteri Korea Selatan Chung Sye-kyun mengatakan dia akan mengirim sekitar 800 petugas militer, polisi dan petugas pemerintah di setiap distrik di wilayah Seoul dan sekitarnya untuk membantu melacak calon pasien.

“Pada akhirnya, upaya untuk meredam gelombang wabah corona kali ini adalah kunci untuk meraih kemenangan dalam upaya pencegahan virus di wilayah Seoul dan sekitarnya,” ujar Chung, dikutip dari Reutres, Jumat (11/12).

Chung mengungkapkan, semua upaya itu dilakukan karena jumlah kasus Covid-19 yang dikonfirmasi terus tumbuh di berbagai daerah termasuk wilayah metropolitan Seoul,

Menurut laporan Lembaga Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KDCA) pada Jumat (11/12), korban jiwa akibat infeksi virus corona di Negeri Gingseng meningkat sebanyak delapan pasien menjadi 572 orang.

Sementara kasus baru infeksi Covid-19 dilaporkan mencapai 689 orang. Sebanyak 673 di antaranya merupakan klaster lokal.

Penambahan tersebut menambah jumlah total kasus Covid-19 di Korea Selatan menjadi 40.786.

Jumlah pasien Covid-19 yang dalam kondisi serius atau parah telah meningkat mendekati 170 orang.

Hal itu mendorong otoritas kesehatan untuk menyiapkan lebih banyak tempat tidur rumah sakit secara nasional.

Pihak berwenang Korsel pun bergegas membangun tempat-tempat tidur rumah sakit dengan menggunakan kontainer pengiriman untuk meringankan beban di fasilitas medis yang disebabkan oleh gelombang terbaru virus corona di negara itu.

Lonjakan kasus memberikan pukulan terhadap sistem penanggulangan pandemi kebanggaan Korea Selatan yang telah berhasil menggunakan pelacakan, pengujian, dan karantina invasif untuk menghindari penguncian (lockdown) dan menahan gelombang wabah corona sebelumnya.

Korsel juga sempat berhasil menjaga jumlah kasus tambahan di bawah 50 per hari selama musim panas lalu.

Para pekerja dan staf medis garis depan dilaporkan terus berjuang setiap hari untuk melakukan penyelidikan epidemiologi tanpa akhir, melakukan pengujian, dan mengamankan persediaan tempat tidur yang tidak memadai.

Sebagian besar kasus baru Covid-19 di Korsel telah dilaporkan di Ibu Kota Seoul, kota pelabuhan Incheon, dan Provinsi Gyeonggi. (riz/fin)

Bagikan berita ini:
4
5
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar