Irjen Fadil Imran Bandingkan Kasus Pembunuhan dan Covid-19, Tengku Zul: Susah Nyambung, Ya…?

Jumat, 11 Desember 2020 19:26

Ustaz Tengku Zulkarnain.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengungkapkan alasan dirinya tegas soal penegakan hukum terkait kerumunan di Petamburan.

Kasus kerumunan di musim pandemi ini, kata Fadil, resikonya besar yakni berujung dengan kematian terhadap orang lainnya.

Irjen Fadil Imran juga membandingkan respons masyarakat terhadap kasus perampokan disertai pembunuhan dengan kasus kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya respons masyarakat akan sangat marah dengan kasus pembunuhan, tapi biasa dengan kematian karena Covid-19.

“Respons sosial anda terhadap kasus ini pasti luar biasa, kasihan melihat berdarah-darah. Sadis, pasti pemberitaannya berseri-seri itu di media, raja tega,” ujar Fadil di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (11/12).

Ustaz Tengku Zulkarnain pun memberikan balasan atas pernyataan mantan Kapolda Jawa Timur itu. Menurutnya, kasus kematian karena pembunuhan berbeda dengan akibat penyakit.

“Kapolda Metro Jaya, bandingkan mati karena perampokan dan pembunuhan sadis rakyat marah, dengan kematian krn Covid rakyat biasa saja. Hehehe…,” kata Tengku Zul sapaan akrabnya di akun Twitternya, Jumat (11/12/2020).

Deklarator KAMI itu bahkan memberikan contoh soal kematian karena penyakit AIDS.

“Apa mau disamakan? Orang mati krn AIDS saja masih dirangkul dan dikasihani pak, pak…Susah nyambung, ya…?” pungkasnya. (msn/fajar)

Komentar