Kadin Sebut Vaksinasi dan UU Omnibus Law Pendorong Ekonomi di Tahun 2021

Jumat, 11 Desember 2020 22:00

Pelantikan pengurus Kadin Sulsel

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani menyebut perbaikan ekonomi pada 2021 mendatang akan didorong oleh dua faktor pendukung yakni vaksinasi dan UU Omnibuslaw.

Terkait vaksin diketahui sebanyak 1,2 juta vaksin telah tiba di Indonesia beberapa hari lalu. Rosan mengatakan di akhir tahun 2020 akan mencapai 30 juta vaksin dan jatah pertama akan diperuntukkan bagi tenaga medis, TNI, Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Jadi ketika sudah cukup 30 juta maka akan disuntikkan sebanyak 2 kali sehingga dibutuhkan sekitar 15 juta orang dengan 2 kali suntik,” kata Rosan dalam sambutannya pada pelantikan Dewan Pengurus Kadin Sulsel, Jumat (11/12/2020).

Sedangkan hingga akhir 2021 mendatang, kata dia, vaksinasi akan mencapai 230 juta vaksin yang akan masuk ke Indonesia secara bertahap.

Mengenai distribusi vaksin 30 juta tersebut, Rosan menjelaskan bahwa distribusinya akan dilakukan pada minggu ketiga bulan Januari, usai melalui uji tes di BPOM.

“Diharapkan vaksinasi ini mampu mengurangi ketidakpastian dan menumbuhkan rasa kepercayaan sehingga mobilitas pertumbuhan ekonomi berjalan normal,” bebernya.

Sementara untuk UU Omnibuslaw, Rosan menuturkan bahwa hadirnya UU yang sempat menuai kritik dari buruh dan pekerja itu akan memberikan peluang bagi para pengangguran.

Diketahui UU Omnibus sudah di ditanda tangani oleh Presiden RI. “Sesuai amanat undang-undangnya, ini berlaku sesudah peraturan pemerintah dan peraturan presiden ditentukan, jadi kurang lebih ada 40 peraturan pemerintah dan 4 sampai 5 peraturan presiden,” jelasnya.

Komentar