Sebut Si Caplin yang Pulangkan Habib Rizieq, Dewi Tanjung: Selalu Order Kasus demi Kepuasan Nafsu Syahwat politik

Jumat, 11 Desember 2020 08:57

Habib Rizieq (Foto: jpnn/GenPI.co)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewi Tanjung blak-blakan membongkar tujuan kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Dewi Tanjung mengatakan bahwa Habib Rizieq diharapkan menjadi panglima perang. Hal itu disampaikan Dewi dalam Twit di akun Twitter pribadinya, Senin (7/12).

Dalam cuitannya, politikus yang kerap disapa Nyai ini menjelaskan bahwa harapan seseorang yang disebut Caplin, memiliki tujuan memulangkan Habib Rizieq untuk jadi panglima perang ternyata gagal.

“Rizieq dipulangkan oleh Caplin dengan harapan jadi panglima perang. Ternyata, harapan Caplin gagal,” kata Dewi dalam Twit-nya.

Selain itu, Nyai juga mengatakan bahwa ada skenario di balik penangkapan dua menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Lalu, Caplin ganti skenario untuk tangkap para menteri yang diduga korupsi. Nyai tidak membela para koruptor, tapi Nyai muak dengan orderan kasus si Caplin,” bebernya.

Dalam cuitan lainnya, Dewi melayangkan pujian kepada Presiden Jokowi karena tak pernah mengintervensi hukum atau pekerjaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Masyarakat harus tahu bahwa Jokowi itu presiden hebat. Beliau tidak pernah mau mengintervensi hukum atau KPK,” tulisnya.

Nyai juga membandingkan dengan Caplin yang disebutnya selalu order kasus demi kepuasan nafsu syahwat politik. “Beda sama Pak Tua Caplin yang selalu order kasus demi kepuasan nafsu syahwat politik dan menjaga aset-aset kekayaannya,” ungkapnya.

Komentar