Suap Suami Inneke Disebut Wujud Kedermawanan, ICW: Putusan MA Tidak Masuk Akal

  • Bagikan

Sebelumnya, MA mengabulkan upaya hukum PK Fahmi Darmawansyah. MA menyunat hukuman Fahmi dari 3,5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan kurungan menjadi 1,5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Permohonan PK Fahmi Dharmawansa diputus oleh Ketua Majelis Hakim Agung Salman Luthan dengan anggota Abduk Latif dan dan Sofyan Sitompul. Adapun panitera pengganti, Nurjamal. “Mengabulkan permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali/Terpidana Fahmi Darmawansyah tersebut,” demikian bunyi amar putusan PK.

MA menilai, pemberian mobil Mitsubishi Triton seharaga Rp 427 juta oleh Fahmi kepada Wahid yang dinilai tidak dilandasi oleh niat jahat untuk memperoleh fasilitas di Lapas Sukamiskin. Fahmi mendekam di Lapas Sukamiskin untuk menjalani hukuman pidana kasus suap terhadap pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla).

MA menyatakan, berdasarkan fakta persidangan dari keterangan saksi Andri Rahmat, keterangan Wahid Husen dan keterangan Fahmi yang pada pokoknya bahwa pemberian mobil tersebut bukan dikehendaki niat jahat untuk mempengaruhi Kepala Lapas agar dapat memperoleh fasilitas dalam Lapas yang bertentangan dengan kewajiban Kepala Lapas.

Melainkan adanya inisiatif pembicaraan antara Andri Rahmat dengan Wahid Husen di ruang kerjanya di lantai 2 Lapas Sukamiskin pada April 2018 yang menghendaki memiliki mobil tersebut dan keesokan harinya Andri Rahmat menyampaikan kepada Fahmi bahwa Wahid Husen meminta mobil Mitsubishi Triton tersebut.

  • Bagikan