Langgar Netralitas, ASN di Pangkep Ditetapkan Tersangka

ILUSTRASI. Netralitas ASN

FAJAR.CO.ID,PANGKEP– Pelanggaran netralitas di Pilkada Pangkep kini berakhir putusan. Salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) diduga terlibat dalam tindak politik praktis salah satu paslon di Pilkada Pangkep.

Ketua Bawaslu Pangkep, Samsir Salam menjelaskan bahwa, Muhammad Saleh ASN yang bertugas di Kecamatan Liukang Tangaya sebagai staf tata usaha di salah satu SMA yang ada disana, telah ditetapkan tersangka atas keterlibatannya dalam politik praktis.

“Sudah keluar putusannya. Saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Atas kasus pelanggaran netralitas di pilkada,” ucapnya, Jumat (11/12/2020).

Lebih lanjut, Samsir menjelaskan bahwa, Muhammad Saleh disangkakan melanggar setelah mempublikasikan salah satu paslon di media sosial miliknya.

“Jadi ditemukan memposting dukungannya di facebook, terhadap paslon nomor urut dua, Abdul Rahman Assagaf-Muammar Muhayang. Sehingga yang bersangkutan terancam hukuman penjara empat bulan penjara dengan denda Rp1juta dan subsider dua bulan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Samsir mengaku telah melakukan proses penyelidikan lebih lanjut terkait keterlibatan ASN lain pada pilkada kali ini, terkhusus pada momentum pelaksanaan pemilihan, 9 Desember lalu. Yang mana ditemukan sejumlah ASN ikut dalam euforia kemenangan salah satu paslon di Pangkep.

“Sementara kita selidiki keterlibatan beberapa ASN yang lain. Ada beberapa ditemukan ikut dalam kegiatan politik pada 9 Desember kemarin,” tambahnya.(fit)

Komentar


KONTEN BERSPONSOR