Anggap Hukuman Rizieq Shihab Berlebihan, Muhammadiyah Makassar Bilang Ini

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Proses hukum yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya terhadap tersangka Rizieq Shihab dianggap berlebihan. Ada dua hukuman yang menimpa Rizieq dalam kasus yang sama.

Pertama, Imam Besar FPI itu sudah pernah disanksi oleh Pemprov DKI Jakarta berupa denda sebesar Rp50 juta rupiah, atas pernikahan putrinya dan membuat kerumunan di masa pandemi Covid-19 ini.

Tidak selesai sampai di situ saja. Pelanggaran protokol kesehatan itu berlanjut hingga Rizieq dijebloskan ke penjara di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya, pada Minggu dini hari (13/12/2020) tadi.

Bahkan Rizieq resmi ditetapkan tersangka atas pelanggaran protokol kesehatan. Dua jenis hukuman itu pun dianggap berlebihan, terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ini.

“HRS itu sudah didenda. Maka seseorang itu tak boleh dikenakan dua hukuman dalam kasus yang sama,” tegas Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Makassar, Ustaz KH H Muh Said Abdul Shamad.

“Dia (HRS) sudah didenda soal acara pernikahan itu. Kenapa masih mau diusut dan dihukum lagi,” sesal KH Muh Said kepada wartawan.

Sebelumnya diberitakan Fajar.co.id, Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menyatakan, Pemrov DKI Jakarta tidak hanya memberikan sanksi administratif berupa denda Rp 50 juta kepada Habib Rizieq Shihab.

Akan tetapi juga memberikan sanksi kepada mereka yang melanggar protokol kesehatan dalam acara pernikahan tersebut.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR