Gelar Konferensi Internasional, Unimerz Hadirkan Pembicara dari Empat Negara

Minggu, 13 Desember 2020 09:53

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Universitas Megarezky (Unimerz) Makassar menggelar Konferensi internasional 2020 yang mengusung tema “The First International Conference on Health, Education, & Computer Science Technology (ICHEST)”.

Konferensi internasional yang membahas tentang kesehatan, pendidikan, dan teknologi berbasis komputer ini berlangsung secara virtual dan menghadirkan narasumber dari empat negara berbeda.

Mereka membahas tentang tantangan pendidikan dan kesehatan di masa pandemi, yang secara otomatis mengharuskan semua warga, khususnya peserta didik dan pendidik, harus bisa beradaptasi dengan baik.

Unimerz sendiri menggelar Konferensi internasional ini dengan tujuan memberikan kemudahan sekaligus melakukan sosialisasi edukasi kesehatan, pendidikan, dan teknologi di masa pandemi ini.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Megarezky Makassar, Hj. Suryani, SH,. MH, yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Yayasan Megarezky Makassar, Muhammad Nur Alim Qalby.

“Ini adalah upaya kita untuk memulai babak baru. Kita harus beradaptasi dengan kebiasaan baru pasca pandemi nanti. Kita berusaha memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya tentang kesehatan dan pendidikan,” ujarnya kepada awak media.

Lebih lanjut Qalby mengatakan, upaya edukasi tersebut tentu harus dibarengi dengan implementasi yang kuat dari pihaknya sendiri, agar bisa lebih maksimal dan lebih produktif menghadapi kebiasaan baru.

“Kita juga barengi dengan implementasi tentunya. Contohnya ya seperti Konferensi internasional ini. Selain menyampaikan ke masyarakat lokal, kita juga mau perlihatkan ke dunia luar bahwa kita bisa berbuat lebih di masa pandemi,” lanjutnya, Sabtu (12/12/2020).

Sementara menurut keterangan ketua panitia pelaksana Konferensi internasional Unimerz, Associate Prof. Dr. Abdul Malik Iskandar, M.Si, kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan kampus.

Salah satu hal yang dimaksimalkan dalam hal ini adalah peningkatan second language, demi membawa kemajuan Unimerz di kancah dunia pendidikan yang lebih tinggi.

“Ini bagian dari upaya kita meningkatkan kualitas diri, khususnya dalam hal second language,” buka Abdul Malik kepada awak media.

“Makanya kita gunakan juga bahasa Inggris dalam konferensi ini,” lanjutnya.

Lebih jauh Abdul Malik mengatakan, selain second language, konferensi internasional tersebut menjadi bagian untuk mendorong civitas akademik di lingkup Unimerz untuk ramah teknologi.

“Kita juga berharap civitas akademik menjadi ramah teknologi dalam hal belajar mengajar, juga tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi ini. Kalau daring kan pasti protap Covidnya jalan,” tutup Abdul Malik.

Konferensi internasional ini sendiri dihari oleh ratusan peserta dari berbagai wilayah, dan dilengkapi dengan 36 presentator yang mempresentasikan tema terkait.

Sejumlah nama-nama narasumber yang tenar dari berbagai negara yang hadir yakni:

Prof Dr Nor Aishas Buan PhD, dari University Kebangsaan Malaysia.

Sister Mercedetitas, O.Ang, SPC, Ph.D, selaku Presiden’t St. Paul University Philipines.

Prof. Srirath Gohwong, Ph.D, dari Kasetsart University, Bangkok Thailand.

Aida L. Marallang, RN, MHPED, dari Saint Paul University Philipines.

Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, SKM, M.Kes, M.ScPH, dari Universitas Hasanuddin.

Adjunct. Prof. Dr. Ismail Wekke, SEAAM -Shoutheas Asia Academic Mobility. (rls)

Komentar