Iuran BPJS Kesehatan Naik, Peserta BPJS Pertanyakan Pelayanan Rumah Sakit

Minggu, 13 Desember 2020 09:47

Pegawai BPJS Kesehatan sedang memberikan pelayanan kepada calon peserta di Kantor BPJS Kesehatan Jl Pettarani Kamis, 2 Juli -- TAWAKKAL/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Iuran BPJS Kesehatan kelas III akan naik sebesar Rp9.500 menjadi Rp35.000 mulai 1 Januari 2021 mendatang.

Kenaikan tersebut terjadi lantaran pemerintah melakukan pengurangan bantuan iuran BPJS terhadap kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) atau yang disebut peserta mandiri.

Selama ini, pemerintah memberikan bantuan iuran Rp16.500 perorang setiap bulan, sehingga peserta hanya membayar iuran BPJS sebesar Rp25.500 setiap bulannya.

Namun, dengan pengurangan bantuan iuran untuk setiap peserta BPJS Kesehatan kelas III kategori PBPU dan BP menjadi Rp7.000 setiap bulan, maka peserta harus membayar iurannya sebesar Rp35.000 per bulan atau naik Rp9.500 dari tarif sebelumnya.

Selain itu, aturan kenaikan tersebut juga telah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020.

Mengetahui itu, banyak masyarakat yang merasa kecewa dan mengeluhkan kenaikan tarif BPJS kelas III tersebut. Seperti Dilla, salah seorang peserta mandiri kelas III mengatakan kebijakan pemerintah tersebut justru memberatkan dari sisi finansial.

Pasalnya, ia harus membayar sekitar Rp70.000 ribu, ditambah dengan biaya BPJS anaknya yang juga terdaftar di kelas III.

“Saya sama anak ku sama-sama di kelas III jadi kalau naik harus ka bayar Rp70.000, padahal dulu cuma Rp51.000 ji kubayar,” kata Dilla, Minggu (13/12/2020).

Tidak sampai di situ, Dilla bahkan mempertanyakan terkait pelayanan rumah sakit nantinya yang bisa lebih baik, jika tarif BPJS Kesehatan dinaikkan. Menurutnya, saat ini pun pelayanan rumah sakit dengan iuran Rp25.500 dinilai belum maksimal.

Komentar