Penolakan RS Berujung Kematian Ibu dan Bayi, MUI: Harusnya Diberikan Pelayanan Atas Nama Kemanusiaan

Minggu, 13 Desember 2020 11:49

Majelis Ulama Indonesia (MU). (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tampaknya bukan hal baru di Kota Makassar, penolakan terhadap ibu hamil sudah sering terjadi. Terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Baru-baru ini, penolakan rumah sakit terhadap ibu hamil kembali mencuat. Kali ini penolakan tersebut menimpa Hartina, salah seorang warga asal Bulukumba yang imbas dari penolakan tersebut mengakibatkan nyawa dan jabang bayinya tidak tertolong.

Mirisnya, Hartina ditolak oleh sejumlah rumah sakit dengan berbagai alasan, mulai dari ruang ICU yang full dan belum memiliki hasil tes Covid-19. m Rumah Sakit Plamonia, Rumah Sakit Ananda, Rumah Sakit Kartini dan Rumah Sakit Labuang Baji.

Mengetahui hal tersebut, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan, Prof Ghalib mengaku cukup prihatin dengan keadaan yang menimpa wanita asal Bulukumba itu.

Prof Ghalib juga menyayangkan sikap penolakan di sejumlah rumah sakit yang ada di kota Makassar.

Seharusnya penanganan terhadap semua masyarakat yang membutuhkan pertolongan khususnya ibu hamil harus diprioritaskan, meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Harusnya rumah sakit memberikan pelayanan atas nama kemanusiaan dan akan lebih bagus kalau dikaitkan dengan aspek keagamaan karena dari sisi agama juga ada kaitannya dengan pelayanan,” kata prof Ghalib saat dihubungi fajar.comid, Minggu (13/12/2020).

“Kejadian ini sangat tragis, kita tau ibu hamil berjuang mempertahankan nyawa di dalam kandungannya, dan pihak rumah sakit harus harus menyelematkan dua nyawa (ibu dan calon bayi) itu,” jelasnya.

Komentar