Prihatin Ada Caci-maki Kematian Laskar FPI, Buya Yahya: Mari Memohon Agar Allah Menghentikan Kebatilan

Minggu, 13 Desember 2020 10:34

Pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma’arif-- tangkapan layar

FAJAR.CO.ID — Pimpinan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi bangsa yang makin gaduh karena adu domba. Ketika enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) tertembak mati oleh aparat polisi dalam tragedi KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada Senin (7/12) dini hari, keluarganya bersedih, lainnya malah mencaci-maki, mengolok-olok. Seakan-akan tidak ada rasa kemanusiaan di hati mereka.

“Ada apa dengan bangsa ini. Di sana ada orang tua menangis karena anaknya ditembak mati. Di sini ada yang mencaci. Bukankah dalam ajaran Islam, diajarkan bagaimana menjaga perasaan siapa pun,” kata Buya Yahya dalam kanal Al-Bahjah TV di YouTube.

Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah ini mengingatkan umat baik yang membenci FPI atau mencintai FPI sudah waktunya mengadu kepada Allah. Minta Allah menunjukkan kebenaran yang sesungguhnya. Berhentilah memberikan komentar-komentar yang tidak jelas.

Buya Yahya meminta jangan biasakan berbicara yang kita tidak tahu pasti dan tidak jelas. Jangan bicarakan hal-hal semacam ini dengan praduga. Sebab, akan timbul berbagai prasangka, lalu permusuhan. Kejadiannya, kata Buya Yahya, sudah sangat jelas. Enam pemuda laskar FPI ini ditembak mati. Kemudian yang menembak juga sudah jelas ada. Hanya prosesnya seperti apa kita tunggu.

“Kita tidak perlu spekulasi bercerita. Keterangan dari FPI juga sangat jelas rinci. Keterangan yang lain (polisi) juga ada. Namun, ini yang menjadikan kita dibuat seperti bermusuhan. Belum apa-apa sudah caci maki, olok-olokan dan seterusnya,” ucapnya.

Komentar