Aliran Suap Edhy Prabowo, KPK Garap Sekretaris Pribadi Fidya Yusri dan Anggia Putri

Senin, 14 Desember 2020 10:50

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (mengenakan rompi oranye) saat digiring menuju ruang tahanan KPK, Rabu (25/11) jelang tengah malam. Foto: Indrianto Eko Suwarso/Antara

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa dua Sekretaris Pribadi (Sespri) Menteri Kelautan dan Perikanan Fidya Yusri dan Anggia Putri pada Jumat, (11/12). Kedua saksi dicecar soal pengetahuannya mengenai aliran uang yang diterima mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (EP) dan anak buahnya Andreau Pribadi Misanta (APM).

“Para saksi diperiksa penyidik seputar pengetahuan saksi mengenai dugaan adanya aliran uang yang diterima tersangka APM dan EP kepada pihak lain yang diduga bersumber dari perizinan ekspor benur di KKP,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (14/12).

Selain menelisik hal tersebut kepada dua Sespri Menteri Kelautan dan Perikanan, penyidik juga menelisik penerimaan uang terhadap Edhy melalui tersangka Amiril Mukminin (AM). Amiril Mukminin diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

“Saksi AM dikonfirmasi penyidik terkait pengetahuan saksi soal dugaan penerimaan uang yang diterima tersangka EP dari pihak-pihak yang berhubungan dengan perizinan ekspor benih lobster,” pungkas Ali.KPK menjerat Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka dugaan suap penetapan izin ekspor benih lobster atau benur. Edhy bersama sejumlah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta pihak swasta diamankan lembaga antirasuah pada Rabu (25/11).

Selain Edhy, KPK juga menetapkan enam tersangka lainnya yang juga terseret dalam kasus ekspor benih lobster atau benur. Keenam tersangka itu yakni, Safri (SAF) selaku Stafsus Menteri KKP; Andreau Pribadi Misanta (APM) selaku Stafsus Menteri KKP; Siswadi (SWD) selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK); Ainul Faqih (AF) selaku Staf istri Menteri KKP; dan Amiril Mukminin selaku swasta. (AM). Mereka bersama Edhy ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

Komentar