Andi Arief: Presiden Harus Mengerti Sosiologi Masyarakat, Bukan Hanya Ngerti Bisnis

Senin, 14 Desember 2020 14:03

Andi Arief (Dok: FIN/Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politikus Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan, sebagai Presiden seharusnya mengerti akan sosiologi masyarakat. Sebab itu akan hadirkan keseimbangan.

“Presiden itu harus belajar dan mengerti sosiologi masyarakat. Bukan hanya mengerti bisnis. Mengerti bisnis itu hanya untung rugi dan. Mengerti sosiologi itu keseimbangan,” ujar Andi Arief di twitternya, Senin (14/12).

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini mejelaskan, di masa rezim orde baru, pemerintah memburuh orang-orang yang kritis. Akan tetapi, rezim menjaga permusuhan horisontal. Namun saat ini justru yang terjadi keduanya.

“Dulu Pak Harto memburu oposisi tapi menghindari permusuhan horisontal antar masyarakat. Saat ini terjadi kedua-keduanya,” kata Andi Arief.

Dia mengatakan, terkait FPI dan Habib Rizieq, ada jutaan orang yang marah.

“Jutaan orang marah, semoga kemarahan itu hanya di hati. Politik berbasis dendam, sungguh tidak menarik,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara terkait 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas tertembak oleh aparat kepolisian di tol Jakarta-Cikampek pada Senin lalu.

Jokowi mengatakan, semua warga negara harus taat kepada aturan hukum. Sebab hukum ditegakkan untuk melindungi kepentingan bangsa.

Jokowi mengatakan, aparat penegak hukum bekerja berdasarkan peraturan hukum. Mereka juga dalam menjalankan tugas, dilindungi oleh undang-undang.

“Jadi sudah merupakan kewajiban aparat penegak hukum menegak hukum secara tegas dan adil. Ingat, aparat hukum itu dilindungi oleh hukum dalam menjalankan tugasnya,” kata Jokowi. (dal/fin).

Komentar


VIDEO TERKINI