Habib Rizieq Ditahan di Rutan Narkoba, Aliansi Umat Sulsel: Tolong Perlakukan Secara Manusiawi

BERBAJU TAHANAN: Pimpinan FPI Muhammad Rizieq Syihab setelah menjalani pemeriksaan selama 14 jam sebagai tersangka di Ditreskrim Polda Metro Jaya kemarin dini hari. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) resmi ditahan di Rutan Narkoba, Polda Metro Jaya sejak pada hari Minggu, (13/12/2020) kemarin.

Namun tempat penahanan HRS dianggap tidak tepat dan menuai protes dari para pendukungnya di Makassar. Salah satunya Aliansi Umat Sulawesi Selatan (Sulsel).

HRS ditahan karena membuat kerumunan saat pernikahan anaknya dan melanggar protokol kesehatan, tetapi justru ditahan di sel tahan khusus kasus narkoba.

“Kami tak sependapat (ditahan di Rutan Narkoba). Koruptor luar biasa. Kita sudah tahu lah di Indonesia. Kita mengecam itu,” kata Jubir Aliansi Umat Sulsel, Muh Ikhwan Jalil, Senin (14/12/2020).

Kata dia, HRS hanya melanggar protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19. Ikhwan Jalil pun tak terima jika imam besarnya itu dijebloskan ke jeruji besi kasus narkoba.

“HRS bukan koruptor, bukan teroris, bukan kriminal. Kalau mungkin ada sesuatu pada beliau meskipun kita tidak yakini, tolong kita tetap beradab pada ulama,” tegasnya.

“Apalagi beliau tokoh umat yang dicintai umat muslim dan non muslim di Indonesia. Ini juga tokoh bangsa. Tolong perlakukan secara manusiawi dan etika,” pinta dia kepada Polda Metro Jaya.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Makassar, Ustaz KH H Muh Said Abdul Shamad, juga bereaksi soal ini.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR