Hamdan Zoelva: Hukum untuk Kepentingan Kekuasaan

Hamdan Zoelva

FAJAR.CO.ID, JAKARTA  Penetapan tersangka dan penahanan Habib Rizieq Shihab (HRS) dinilai hanya untuk kepentingan penguasa. Hukum dijadikan alat untuk kekuasaan.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva mengkhawatirkan penyalahgunaan istrumen hukum. Dia menilai saat ini negara semakin menunjukan penegakkan hukum hanya untuk kepentingan kekuasaan.

“Sangat khawatir negara hukum yang semakin menunjukkan rule by law bukan rule of law. Rule by law, hukum digunakan untuk kepentingan kekuasaan. Rule of law, hukum digunakan untuk keadilan, hormati HAM dan perlakuan sama di depan hukum,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/12).

Dikatakannya, negara yang semakin jauh dari keadilan, maka nyawa manusia akan dirasa tidak berharga.

“Negara hukum yang semakin jauh dari rule of law. Atas nama hukum dengan mudah nyawa manusia dihabisi. Atas nama hukum siapa pun yang berbeda harus ditangkap. Atas nama hukum keadilan dan perlakuan sama diabaikan. Na’udzubillah,” katanya.

Dijelaskannya, watak dari negara hukum rule by law itu digunakan kolonial Belanda pada masa lalu melalui KUHP (wetboek van strafrecht). Dimana Belanda menegakan hukum secara ketat hanya kepada kaum pribumi dan pejuang.

“Tidak untuk warga Belanda. Pasal-pasal KUHP sekarang masih peninggalan Belanda itu,” paparnya.

Dia meminta agar penegakan hukum ditegakkan dengan wajah kemanusiaan yang sejati, hukum yang ramah, tidak seram. Hukum yang adil, tidak memihak, hukum yang menyenangkan bagi semuanya, sesuai falsafah Pancasila yang kita pegang teguh bersama.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR