Ibu Hamil Ditolak RS hingga Meninggal, DPRD Sulsel Diseruduk Mahasiswa

Senin, 14 Desember 2020 19:57

Demo mahasiswa di depan DPRD

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Meninggalnya seorang ibu hamil setelah berkali-kali ditolak empat rumah sakit di Makassar, membuat sejumlah mahasiswa geram atas kejadian memilukan itu.

Imbasnya, kantor DPRD Sulsel, di Jalan Urip Sumohardjo, Makassar diseruduk oleh puluhan massa aksi yang mengatasnamakan diri dari Gerakan Pemuda dan Mahasiswa (Gepmar) Makassar, Senin sore (14/12/2020).

Mereka geram dengan empat rumah sakit di Makassar yang menolak pasien bernama Hartina yang hendak melahirkan, justru tak dapat pertolongan medis.

Hingga setibanya di RS Wahidin Sudirohusodo, Hartina bersama bayi dalam perutnya pun meninggal dunia meski sempat mendapat pertolongan medis di rumah sakit itu, pada Rabu (9/12/2020) lalu.

Massa aksi pun meminta kepada perwakilan dari legislator DPRD Sulsel, untuk menindaklanjuti keluhan warganya dan menindak empat rumah sakit yang menolak pasien tersebut hingga meninggal.

“Meminta kepada DPRD Sulsel untuk mencabut izin operasional mengevakuasi kinerja RS Labuan Baji, RS Kartini, RS Ananda, dan RS Pelamonia,” kata Jenderal Lapangan, Muh Iqbal.

Tak hanya kepada legislator saja, massa aksi juga meminta Gubernur Sulsel memindaklanjuti kejadian memilukan itu.

“Meminta kepada Gubernur Sulsel untuk menindaklanjuti dan memberikan sanksi kepada rumah sakit yang diduga melakukan pelanggaran berat,” jelasnya.

Jurnalis Fajar.co.id telah berupaya mengkonfirmasi pihak Rumah Sakit Pelamonia, Makassar melalui Kapendam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Alamsyah.

Komentar