Ini Alasan Polisi Tak Undang Perwakilan FPI Hadir di Rekonstruksi Penembakan Laskar

Senin, 14 Desember 2020 22:35

Rekonstruksi penembakan enam laskar FPI di rest area Tol Jakarta-Cikampek KM50. Foto: Ega/PojokKarawang.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bareskrim menggelar rekonstruksi penyerangan laskar Front Pembela Islam (FPI) terhadap aparat kepolisian, Senin (14/12/2020) dini hari.

Dalam rekonstruksi itu, polisi mengundang Kompolnas. Akan tetapi, FPI tidak dihadirkan.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian mengatakan, pihaknya memang sengaja tidak menghadirkan FPI dalam rekonstruksi itu.

“Apa tujuannya ngundang FPI, emang dia (FPI) tahu?” ujarnya dikutip PojokSatu.id dari JPNN.com, Senin (14/12/2020).

Apalagi, sambungnya, FPI juga tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya.

“Kalau dia tahu kejadian biar kami panggil jadi saksi,” kata Andi.

Andi juga menyatakan jika memang FPI mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut atau fakta lainnya, bisa disampaikan dalam pemeriksaan.

“Laskarnya FPI, silakan mereka. Tetapi kalau mereka tahu terkait peristiwa ini silakan ditunggu biar kami periksa jadi saksi,” tegas Andi Rian.

Andi menambahkan, dalam pengusutan kasus tersebut, pihaknya juga telah memanggil keluarga enam anggota laskar FPI.

Akan tetapi, lanjutnya, sampai dengan sore tadi, belum ada satupun pihak keluarga yang memenuhi pemanggilan.

“Saya kebetulan di luar kantor, pemanggilan kan sudah memang kami sampaikan dari hari Jumat, tetapi sampai tadi saya cek di kantor belum datang mereka,” bebernya.

Terpisah, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memberikan keterangan kepada Komnas HAM terkait kasus tersebut.

“Polda Metro Jaya, Polri akan sangat-sangat kooperatif dan terbuka dalam proses investigasi yang dilakukan oleh Komnas HAM,” ujar Fadil kepada wartawan.

Selain itu, Polda Metro Jaya akan memberikan ruang secara transparan kepada Komnas HAM agar hasil investigasi menjadi akuntabel di mata publik.

“Kami memiliki kepentingan, agar kasus ini terang benderang di mata publik. Kami akan memberikan fakta yang berbasis fakta scientitic crime investigation,”

“Kami tidak mau membangun narasi. Kami akan menjadikan fakta. Kami tidak mau membangun narasi,” jelas Fadil.

Fadil mengaku memberikan support kepada Komnas HAM yang tengah melakukan investigasi atas ditembak matinya enam laskar FPI.

“Dan saya taat hukum, hari ini saya dipanggil, saya datang dan saya datang sendiri, gak pakai diantar banyak-banyak orang,” pungkasnya.(ruh/pojoksatu)

Komentar