Koeman Klaim Barcelona Masih Bisa Juara, Pelatih Levante Kesal

Senin, 14 Desember 2020 11:55

Pelatih Levante, Paco López / EFE / Toni Albir

FAJAR.CO.ID, BARCELONA—Barcelona kembali ke jalur kemenangan dengan mengalahkan Levante pada laga lanjutan La Liga hari ini. Raksasa Catalan yang tampil di Camp Nou menang 1-0 lewat gol Lionel Messi di menit ke-76.

Dengan hasil ini, Barca naik ke posisi delapan klasemen. Mengoleksi poin 17, mereka terpaut sembilan angka dari Real Sociedad dan Atletico Madrid yang saat ini bertengger di posisi pertama dan kedua klasemen.

Walau jarak cukup jauh dan performa mereka menghadapi Levante sama sekali tidak meyakinkan, Pelatih Barca, Ronald Koeman memastikan timnya belum menyerah dalam perburuan gelar La Liga Santander. “Tentu saja kami bisa memenangi [gelar],” kata Koeman di MARCA.

Menurut Koeman, pekerjaan rumah mereka adalah penyelesaian akhir. “Jika kami meningkat dan kami memiliki kepercayaan diri yang lebih dan kami meningkatkan efektivitas kami [di depan gawang], ada peluang! Masih banyak pertandingan tersisa,” tegasnya.

Koeman juga berbicara terkait Messi yang musim ini baru mencetak lima gol. “Anda harus menyadari itu tidak membuatnya mudah. Dia dijaga oleh banyak [pemain]. Tapi dia menunjukkan dia menentukan,” jelas Koeman.

Sementara itu, pelatih Levante, Paco Lopez merasa sangat kecewa dengan kekalahan anak asuhnya. Ia mengklaim timnya semestinya mendapatkan penalti di menit akhir setelah tembakan Jose Luis Morales mengenai tangan bek Barca, Samuel Umtiti.

Insiden ini sempat diperiksa dengan VAR. Dan setelah tinjauan VAR yang cukup lama, wasit memutuskan tidak ada penalti dan hanya memberikan tendangan sudut kepada tim tamu. “Saya belum melihat insiden itu,” kata Lopez setelah pertandingan.

“Para pemain saya mengatakan kepada saya bahwa itu mengenai lengan [Umtiti], bahwa dia mengalihkannya dan bahwa itu seharusnya menjadi penalti. Tetapi jika mereka telah melihatnya dan mengatakan tidak, maka kami akan berpikir tidak. Saya tidak bisa melihatnya dari posisi saya,” lanjutnya.

Levante berusaha memaksakan hasil imbang menjelang akhir laga yang membuat Barca memainkan tiga bek tengah. Dan Lopez merasa timnya pantas mendapatkan lebih banyak atas upaya mereka.” Saya pergi dari sini dengan kesal karena tidak ada yang suka kalah, terlebih lagi setelah permainan seperti itu yang dimiliki tim,” tambah Lopez.

Komitmen, aplikasi, organisasi yang dimiliki miliki Levante menurutnya sangat luar biasa. “Ketika Barcelona membiarkan Anda, Anda harus memiliki bola ketika Anda [mendapat kesempatan] untuk memilikinya. Saya jengkel karena bisa mendapatkan poin di sini tetapi, pada saat yang sama, saya bangga dengan kerja tim ini. Bagaimana mereka percaya dan bagaimana perasaan itu membuat tim yakin tentang apa yang mereka lakukan dan untuk apa mereka bekerja,” tandasnya. (amr)

Komentar


VIDEO TERKINI