Komnas HAM Kedatangan Karangan Bunga, Usut Tuntas Pelanggaran HAM Berat

Senin, 14 Desember 2020 13:33

Pengawal HRS yang ditembak mati polisi (ist)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, kedatangan sebelas karangan bunga. Delapan di antaranya diletakkan di area luar kantor dan sisanya di depan gedung Komnas HAM.

Beberapa kelompok massa tertulis sebagai pengirim karangan bunga. Misalnya DPP FPI DKI Jakarta, GNPF Ulama, PA 212, PP Muslimah PA 212, dan Brigade 212.

Pihak pengirim menyertai pesan dalam karangan bunga tersebut. Mayoritas untuk meminta Komnas HAM bisa membongkar secara terang kasus pembantaian enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 Karawang, Senin (7/12).

“Mendukung Komnas HAM, untuk mengusut tuntas terbunuhnya enam laskar FPI,” tulis karangan bunga dari DPP FPI DKI Jakarta dalam pa tauan JPNN.com di depan kantor Komnas HAM, Senin (14/12).

Sementara itu, GNPF Ulama menilai kejadian tewasnya enam laskar sebagai pelanggaran HAM berat. Dalam pesannya, GNPF Ulama menyebut tragedi tewasnya enam laskar sebagai pembantaian.

“Usut pelanggaran HAM berat pembantai enam nyawa,” tulis GNPF Ulama di karangan bunga yang dikirimkan ke kantor Komnas HAM.

Komnas HAM berencana memintai keterangan dari Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur, Senin (14/12). Permintaan keterangan dilaksanan di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat. (jpnn/fajar)

Komentar