KPK dan BPK Atensi Kasus Dugaan Korupsi RS Batua

Senin, 14 Desember 2020 13:38

Bangunan RS Batua mangkrak, (ABE BANDOE/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –Kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Puskesmas Batua, Kota Makassar senilai Rp25,5 miliar yang menggunakan dana APBD tahun 2018 ini menyita banyak perhatian. Proyek pembangunan gedung Puskesmas Batua, yang berada di Jalan Abd Dg Sirua ditinjau langsung oleh KPK dan BPK RI.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri mengatakan, penyidik KPK dan BPK RI melakukan pemeriksaan di lokasi pembangunan Puskesmas Batua. Kunjungan tersebut dilakukan hari Jumat, pekan lalu.

“Rekan-rekan KPK dan BPK RI melakukan pemeriksaan di lokasi Puskesmas Batua. Mereka ke lokasi pada Jumat lalu, didampingi penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, ” kata Kombes Pol Widoni Fedri, Minggu, 13 Desember.

Widoni Fedri menjelaskan saat pihaknya sementara menangani adanya dugaan korupsi pada proyek itu. Bahkan sebut Widoni, kasus itu sudah naik ketahap penyidikan. Kini tinggal menunggu hasil audit kerugian negara.

“Subdit Tipikor memang sementara menangani kasus itu. Adanya dugaan korupsi dalam proyek itu tinggal menunggu hasil audit dari BPK, kalau sudah ada langsung dilakukan penetapan tersangka,” ucapnya.

Sementara itu Direktur Lembaga Anti Korupsi Sulsel (Laksus), Muh Ansar mengatakan, pihak penagak hukum dalam hal ini Polda Sulsel harus mengusut tuntas apa penyebab terjadinya mangkrak pada proyek itu. Apalagi, proyek yang menghabiskan uang negara puluhan miliar itu, tentu ada yang bertanggungjawab dibalik permasalahan itu.

Komentar


VIDEO TERKINI