Politikus Demokrat Usul Vaksin Covid Digratiskan, yang Tidak Mau Dihukum

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Untuk mencapai kekebalan kawanan atau herd immunity, sedikitnya 70 persen populasi di dunia harus divaksin. Termasuk di negara-negara miskin, warganya harus bisa mengakses atau menjangkau vaksin Covid-19.

Namun dalam pelaksanaannya, tak semua negara menggratiskan vaksin Covid-19 termasuk Indonesia.

Di Indonesia, pemerintah belum menetapkan harga vaksin Covid-19 yang akan digunakan. Masyarakat diimbau menunggu informasi resmi dari pemerintah.

Politikus Partai Demokrat, Benny K Harman pun meminta pemerintah mengratiskan vaksin Covid-19 tersebut.

Tak hanya itu, anggota DPR RI itu juga meminta agar dibuat aturan. Vaksin Covid-19 wajib dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia, bagi mereka yang menolak diberi hukuman.

“Saya dengar ada kabar gembira menjelang akhir tahun 2020, vaksin Covid-19 sudah tiba di tanah air. Luar biasa jika ini kabar benar,” kata Benny di akun Twitternya, Senin (14/12/2020).

“Jika betul, saya usulkan vaksin ini bersifat wajib utk seluruh penduduk Indonesia dan harus gratis. Yang tidak mau wajib dihukum. Rakyat Monitor!” lanjutnya.

Sebelumnya, Juru bicara pemerintah yang juga menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi menegaskan pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan no. 9860/2020 telah menetapkan 6 jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia, yaitu vaksin produksi Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer/BioNTech, dan Sinovac.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR